STKIP Siliwangi Mewisuda 968 orang Sarjana dan Magister Pendidikan

Senin, 6 November 2017

Sabtu, 4 November 2017, STKIP Siliwangi mewisuda sebanyak 968 orang wisudawan yang terdiri dari 150 orang wisudawan untuk Program Magister dan 818 orang wisudawan untuk program sarjana. Wisuda kali ini adalah periode wisuda Sarjana yang ke-33 dan Magister yang ke 12. Hadir dalam kesempatan tersebut adalah senat akademik STKIP Siliwangi dan beberapa tamu undangan, diantaranya adalah Dr. (HC). Popong Otje Djundjunan (Komisi X DPR RI), Dedi Mizwar (Wakil Gubernur Jawa Barat) dan Koordinator Kopertis Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Prof. Dr. Uman Suherman, M.Pd. Hadir pula dalam kesempatan tersebut adalah Ketua Yayasan Kartika Jaya Pusat, Ny. Ana Juniani, Ketua Yayasan Kartika Jaya Cabang XIX Siliwangi, Ny. Metty M. Herindra, Ketua Dewan Penyantun, Drs. KH. Olih Komarudin, dan Letjend. TNI (Purn). Sony Widjaja sebagai anggota Dewan Penyantun.

Dalam sambutannya Ketua STKIP Siliwangi Bandung, Dr. H. Heris Hendriana, M.Pd. menyebutkan bahwa STKIP Siliwangi telah, tengah dan akan terus berkomitmen untuk membangun visi pendidikan bangsa Indonesia. Dengan beragam potensi dan kekuatan yang dimiliki, sudah selayaknya Indonesia mampu berkembang dan tumbuh menjadi kekuatan besar di dunia. Dan salah satu proses yang harus terus digalakkan adalah perluasan aksesibilitas pendidikan untuk seluruh rakyat Indonesia. Sehingga STKIP Siliwangi berusaha mengembangkan kapasitas pendidikan tinggi yang bergerak dalam pembangunan dunia pendidikan secara paripurna. Dengan visi ilmu, amal dan ikhlas diharapkan dapat mendorong perkembangan penidikan yang semakin kuat dan baik. Terutama di tengah berbagai tantangan dan perubahan kehidupan manusia baik secara nasional dan global. Mendapatkan gelar sarjana dan magister bukanlah salah satu tepian cita-cita, melainkan sebuah titian dalam meraih kesuksesan lainnya, oleh karena itu segala ilmu yang didapatkan harus dengan segera dikembangkan dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran dan kemajuan bangsa, tanpa melupakan pembinaan keluarga sebagai sistem sosial terkecil dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. (HC) Popong Otje Djundjunan (Komisi X DPR RI) mengaitkan berbagai permasalahan bangsa dengan kualitas pendidikan yang ada. Berbagai tantangan dan hambatan pembangunan Indonesia saat ini bukanlah persoalan yang parsial, melainkan tantangan bagi para sarjana dan magister pendidikan. Karena hanya dengan kekuatan pendidikan yang nyata, dapat menjawab permasalahan tersebut dan menyelesaikannya dengan cara yang tepat, terukur dan terencana. Bukan hanya berupaya untuk menyelesaikan secara reaktif, tetapi menjaga dan menata dengan pencegahan yang persuasif. Di akhir orasinya, ia berharap semoga alumni STKIP Siliwangi dapat dengan segera memberikan langkah nyata dan hasil yang jelas untuk berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara Indonesia.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar yang menyampaikan sambutan bahwa saat ini Jawa Barat membutuhkan sarjana dan magister yang berorientasi pada penguatan kapasitas masyarakat terutama peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Dengan sekitar 44 juta orang penduduk dan jumlah perguruan tinggi yang banyak, maka seharusnya Jawa Barat dapat membentuk karakter pembangunan yang lebih maju. Namun demikian, kendala geografis dan demografis kependudukan membutuhkan penanganan yang khusus, dan solusi yang terbaik adalah dari membentuk karakter yang tepat, melalui pendidikan yang hebat. Inilah tantangan terbesar bagi para sarjana dan magister pendidikan. Jawa Barat memanggil para sarjana untuk memberikan solusi bagi kehidupan. Sarjana yang baik adalah mereka yang mampu memberikan nilai bagi kehidupan masyarakat, terutama Jawa Barat.

Sedangkan dalam sambutannya, Koordinator Kopertis Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Prof. Dr. Uman Suherman, M.Pd. menekankan pada penguatan mutu lulusan melalui penguatan layanan pendidikan tinggi yang juga bermutu. Karena tantangan terbesar dalam kehidupan berbangsa adalah kualitas pendidikan yang harus terus ditingkatkan dan dikuatkan sehingga dapat menjadi penopang kehidupan bangsa secara tepat dan benar yang mampu memberikan solusi permasalahan bangsa. Di akhir sambutannya, ia berharap semoga alumni STKIP Siliwangi dapat menjadi solusi dan motor penggerak peningkatan mutu pendidikan bangsa Indonesia.